SURABAYA – Wartazen.com | Guna mencetak pemuda yang siap bersaing di era Society 5.0, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas W.R. Supratman (UNIPRA) Surabaya, sukses menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), bagi panitia pelaksana kompetisi sains Jenius Science Olympiad (JSO) Jum’at siang (13/03/26).
Kegiatan ini, menjadi istimewa dengan hadirnya Umar Faruq S.M. perwakilan dari Yayasan Intan Mutia sebagai salah satu narasumber.
Kehadiran perwakilan Yayasan Intan Mutia ini bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai strategi pengembangan jaringan bisnis dan tata cara melaksanakan kompetisi sains 2026 yang telah sukses mereka terapkan selama ini.
Faruk menjelaskan, Yayasan Insan Mutia yang berpusat di Kota Malang, merupakan salah satu lembaga penyelenggara kompetisi sains yang dikenal luas melalui penyelenggaraan kompetisi nasional seperti Jenius Science Olympiad (JSO) dan KMSI dengan transparan dan akuntabel.
Dalam paparannya, Faruq” menekankan pentingnya sinergitas antara Perguruan Tinggi dengan swasta (pengusaha). Kolaborasi dunia akademis dengan praktisi menjadi kebutuhan bagi generasi muda dalam membentuk mental pengusaha.
Panitia pelaksana kompetisi sains, diajak untuk memahami manajemen event organizer (EO) pengelolaan sumber daya manusia, teknik negosiasi dan penyelenggaraan kompetisi secara proporsional dan akuntabel yang menjadi kunci keberhasilan yayasan intan mutia dalam menjangkau ribuan peserta di berbagai daerah.
“Pengalaman kami selama ini dalam mengelola kompetisi sains di berbagai wilayah yang ada di seluruh Indonesia menuntut adanya manajemen yang profesional dan transparan, ungkapnya.
Melalui kegiatan PkM ini, kami berharap panitia yang sebagian besar mahasiswa UNIPRA dapat belajar bagaimana membangun jejaring dan menjaga profesionalitas kerja sejak dini,” ungkap faruq di hadapan panitia pelaksana yang masih aktif menjadi mahasiswa Administrasi Bisnis UNIPRA Surabaya.
Kaprodi administrasi bisnis FISIP, UNIPRA Surabaya muthowif, menyambut positif adanya kolaborasi ini, mengingat Yayasan Intan Mutia yang sukses mengantarkan generasi muda untuk mencintai ilmu pengetahuan dengan melaksanakan kompetisi sains.
Sebagai penyelenggara kompetisi sains JSO dan KMSI, mulai dari tingkat penyisihan sampai final sangat transparan dan akuntabel, sehingga pesertanya sangat senang.
“Kalau melihat keberadaan JSO dan KMSI sebagai lembaga penyelenggara kompetisi sains sangat profesional dan akuntabel. Sampai saat ini, kedua kompetisi memiliki rekam jejak dalam kerjasama dengan berbagai kampus, seperti di Malang dengan universitas Brawijaya, UIN Semarang , UMJ dll.
Kegiatan PkM hari ini, mengambil tema “Mewujudkan Panitia Olimpiade yang Profesional, Akuntabel, dan Berkelanjutan melalui Penguatan Manajemen Organisasi.” Pemberdayaan panitia hari ini diharapkan mampu menjadi motivasi bagi panitia pelaksana kompetisi sains yang akan dilaksanakan 12 April 2026.
Dengan adanya pemberdayaan panitia pelaksana kompetisi sains, yang dibimbing langsung oleh praktisi yang berpengalaman di lapangan dan akademisi, para panitia yang kebanyakan mahasiswa UNIPRA, diharapkan tidak hanya mampu menyelesaikan laporan PkM, tetapi juga memiliki mentalitas pengusaha (entrepreneurship) yang kuat sesuai dengan visi dan misi universitas.
