KUALA LUMPUR –Wartazen.com | Indonesia kembali menunjukkan ambisinya di panggung olahraga bela diri internasional dengan mengirimkan 23 atlet terbaik untuk berlaga pada World Muay Championship dan World School Muay Championship 2026 di Malaysia. Ajang yang diikuti lebih dari 100 negara tersebut merupakan level tertinggi kompetisi Muaythai amatir dunia dan menjadi tolok ukur prestasi para atlet terbaik dari berbagai benua.
Sebanyak 16 atlet kategori Elite dan 7 atlet kategori Pelajar akan membawa nama Indonesia dalam 24 nomor pertandingan yang diperebutkan. Mereka datang bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai representasi kekuatan Muaythai Indonesia yang tengah berkembang pesat di tingkat internasional.
Promotor DonTing Athlete Management sekaligus Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, Tine Yowargana, menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan panggung tertinggi bagi atlet Muaythai amatir dunia.
“Ini bukan turnamen biasa. Ini puncaknya Muaythai amatir dunia, tempat lahirnya juara dunia masa depan,” ujar Tine Yowargana, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, seluruh atlet yang berangkat ke Malaysia memikul tanggung jawab besar untuk membawa nama baik Indonesia di hadapan dunia.
“Kami berangkat bukan hanya membawa nama pribadi, tapi kehormatan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Kekuatan Indonesia kali ini diperkuat sejumlah atlet unggulan dari Jawa Barat yang mendominasi kategori Fight Senior Elite. Nama-nama seperti Edwin Pratama Putra, Gino Rinaldi, dan Syakira Intan diproyeksikan menjadi ujung tombak Indonesia dalam perburuan gelar juara dunia.
“Jabar siap jadi lumbung juara, tapi kami tetap solid sebagai satu tim Indonesia,” kata Tine.
Selain nomor tarung, Indonesia juga menaruh harapan besar pada nomor U24, Wai Kru, dan Mai Muay yang menampilkan keindahan teknik dan filosofi Muaythai paling autentik. Atlet-atlet muda seperti Delfan Dwi, Ananda Amarensi, Fausta Latifa, dan Zahra Permatasari siap menunjukkan kemampuan terbaik mereka di panggung dunia.
“U24 adalah masa depan Muaythai Indonesia, kami latihan mati-matian untuk momen puncak ini,” ujarnya.
Di sektor pelajar, Indonesia juga membawa generasi muda yang siap menantang dominasi negara-negara kuat dunia. Nama-nama seperti Saddam Muda, Imran Abdul, dan Orion Mirin diharapkan mampu mencuri perhatian melalui performa terbaik mereka.
“Meski masih pelajar, mental mereka sudah setara senior. Kami siap tempur di puncaknya,” ungkap Tine.
Pada nomor seni Wai Kru Pelajar, Indonesia kembali mengandalkan talenta muda asal Jawa Barat, Niskala Riksa Sunda Siviadi atau Nay Sunda, yang akan tampil bersama Putri Merryam. Keduanya akan membawa nilai-nilai budaya dan filosofi Muaythai ke hadapan komunitas olahraga dunia.
“Wai Kru adalah jiwa Muaythai, dan Nay Sunda siap menjaga marwah itu untuk Jabar,” sambungnya.
Dengan kekuatan 23 atlet yang akan bertanding di 24 nomor, Indonesia menargetkan hasil terbaik dan berupaya kembali mengibarkan Merah Putih di podium tertinggi dunia.
“23 nama, satu tujuan. Pulang dari puncak tertinggi ini dengan medali untuk Indonesia,” tandas Tine Yowargana. (*)
